Penerimaan Mahasiswa Baru Stie Mahardhika 2014/2015

kampus

SYARAT DAN BIAYA PENDAFTARAN

Program Sarjana (S1)

  1. Lulus SMA/SMK/Sederajat
  2. Mengisi Formulir Pendaftaran
  3. Menyerahkan Fotocopy Ijazah SMA/SMK/Sederajat sebanyak 3 lembar
  4. Menyerahkan Pas Foto berwarna 4×6 dan 3×3 masing masing 2 lembar.
  5. Membayar Biaya Pendaftaran Awal Sebesar Rp 1.750.000,- (Satu Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
    Rincian : Rp 500.000,- untuk biaya pendaftaran + Rp 1.250.000,- akan dimasukkan sebagai biaya SPP di bulan pertama dan kedua.

Program Pasca Sarjana (S2)

  1. Lulus S1 semua jurusan
  2. Mengisi Formulir Pendaftaran
  3. Menyerahkan Fotocopy Ijazah & Transkrip Nilai yang dilegalisir oleh Perguruan Tinggi yang bersangkutan masing masing 3 lembar.
  4. Menyerahkan Pas Foto berwarna 4×4 dan 3×4 masing masing 2 lembar.
  5. Lulus Tes Potensi Akademik
  6. Lulus Tes TOEFL (Skor minimal 450)
  7. Membayar Biaya Pendaftaran

daftar 1

Cara Mendapatkan Diskon Pendaftaran

MAU DISKON Rp 100.000,-  ?

IKUTI PROSEDUR DIBAWAH INI

  • Pendaftar / Calon Mahasiswa Baru datang ke kampus (Bagian Pendaftaran) dengan membawa semua syarat yang dibutuhkan.
  • Pendaftar / Calon Mahasiswa menyampaikan kepada petugas pendaftaran bahwa berniat akan mendaftar menjadi Mahasiswa baru di STIE Mahardhika atas referensi dari “Andra Setya Irawan”.
  • Pendaftar / Calon Mahasiswa mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan oleh pihak pendaftaran secara lengkap disertai tanda tangan pendaftar. Seperti contoh berikut ini Form Pendaftaran
  • Pendaftar Menulis Keterangan dibawah ini :

    ” Referensi : Andra Setya Irawan ” 
  • Silahkan ditulis keterangan diatas di bagian kosong formulir, bisa dibagian bawah formulir atau dibagian atas, asal jangan menindih tulisan yang sudah ada dan jangan di belakang formulir. (Harap diperhatikan, bagian inilah yang paling penting, karena sebagai penanda anda bisa mengajukan claim diskon pendaftaran.)
  • Pendaftar / Calon Mahasiswa membayar biaya awal sebesar Rp 1.750.000,- ke pihak pendaftaran dengan rincian Rp 500.000,- untuk uang pendaftaran dan Rp 1.250.000,- akan diakumulasikan sebagai pembayaran SPP di bulan pertama, kedua atau mungkin hingga bulan ketiga.
  • Pendaftar / Calon Mahasiswa yang telah mendaftar dengan mengikuti prosedur diatas secara lengkap bisa SMS atau WhatsApp ke No. 0838-56666-811 untuk konfirmasi penerimaan diskon sebesar Rp 100.000,- secara tunai atau transfer via Bank.

Catatan :
- Fasilitas SMS atau WhatsApp ke No. 0838-56666-811 hanya untuk klaim diskon pendaftaran, SMS atau WhatsApp yang isinya selain itu tidak akan saya balas.
- Apabila ada pertanyaan tentang pendaftaran bisa invite pin: 29976CB1

All about photography

MERK
Sekarang ini, di pasaran D-SLR, hanya ada 2 (dua) merk yang menguasai pasar kamera D-SLR 35mm. Keduanya adalah Nikon dan Canon. Mereka berdua menguasai hampir 85% pangsa pasar kamera D-SLR. Menurut data 2011, Canon berhasil menjual 3.18 juta unit kamera D-SLR, sedangkan Nikon berhasil menjual 2.98 juta unit kamera. Angka-angka tersebut merupakan 42.7% untuk Canon dan 40% untuk Nikon dari total unit penjualan kamera D-SLR di tahun 2011.
Tentu saja, selain Nikon dan Canon, juga terdapat merk-merk lain yang juga memiliki kamera D-SLR yang cukup bagus. Mereka adalah Olympus, Sony, Pentax, dan Sigma. Dalam hal Sony, mereka mulai masuk pasar D-SLR setelah mereka membeli teknologi D-SLR yang dimiliki oleh Konica-Minolta yang bangkrut, tidak kuat bersaing di pasar D-SLR. Jadi, kamera sony dapat memakai lensa-lensa auto-focus milik Minolta. Sony juga memasok sensor untuk beberapa model kamera D-SLR Nikon

AGAMA
Loh? Kok agama dibawa-bawa di sini?
Begitu anda memilih salah satu merk kamera, berarti anda sudah memilih sebuah paket sistem kamera. Berarti anda sudah memilih lensanya, memilih aksesorisnya, lengkap beserta komunitasnya. Fanatisme pengguna kamera di dunia terkadang bisa disamakan dengan fanatisme pemeluk agama.

Salah satu teman dosen fotografi saya pernah bercanda sama mahasiswa barunya, “Eh, agama kamu apaan?”
Lalu, mahasiswa baru ini sambil kebingungan menjawab ragu-ragu, “Eee… saya Kristen pak.”
Teman saya ini menjawab, “Wah, salah. Di sini, cuma ada agama Nikon, Canon, Olympus dan Sony. Agama kamu apaan?” >,<

Ketika memilih merk kamera, saya lebih menyarankan untuk menyamai merk kamera yang sudah dipakai oleh teman-teman dekat anda. Dengan memilih merk kamera yang sudah dipakai teman-teman dekat anda, koleksi alat anda (lensa dan flash) menjadi lebih beragam ketika anda bersama teman-teman anda hunting foto bersama.

Kecuali kalau anda berprinsip “Asal Beda”. Kalau prinsip anda, harus beda dengan teman anda, ya berarti pilihan anda sudah jelas bukan?

TEKNOLOGI
Dengan tingkat persaingan merk kamera yang seketat ini, bisa dikatakan, kamera terbaru yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera dapat dipastikan memiliki teknologi yang paling baru yang dimiliki oleh produsen tersebut. Kamera baru, artinya, teknologi baru. Setiap produsen pasti berlomba-lomba untuk memberikan kamera yang memiliki teknologi tertinggi yang dapat diberikan produsen tersebut pada kelas kamera yang bersangkutan.

Walaupun kebanyakan dari konsumen kamera adalah merupakan konsumen yang loyal terhadap sebuah merk kamera, kalau merk tersebut sudah terlalu lama tidak mengeluarkan model terbaru (dengan kata lain, tidak melakukan pengembangan teknologi), konsumen mereka ini bisa-bisa “ganti agama”, pindah merk. Kalau terlalu banyak yang pindah agama seperti itu, tidak peduli seberapa besar merk tersebut, merk tersebut bisa-bisa colaps atau bahkan, bangkrut (Contohnya Minolta, Konica, Kyocera).

Dengan persaingan yang amat ketat itu, juga dapat dipastikan bahwa semua kamera yang anda beli pasti tidak akan mengecewakan. Semua model, semua tipe, semua merk kamera D-SLR yang ada di pasaran sekarang, pasti bisa membantu anda membuat foto yang bagus. Sekarang, pertanyaannya tinggal, bagaimana anda memakai alat itu, kamera itu, untuk membuat sebuah foto yang bagus.

Jadi, carilah kamera yang paling baru yang paling mungkin untuk kelas penggunaan anda dan kantong anda.

FEEL
Anda mungkin dapat melakukan banyak riset terhadap fitur-fitur kamera yang ada di pasaran sekarang ini dengan membaca majalah, artikel internet, forum-forum diskusi, atau mailing-list. Bisa dikatakan, semua data tertulis bisa anda dapatkan dengan mudah.

Setelah anda melakukan itu semua, saya amat sarankan agar anda tetap mencoba memegang kamera yang anda incar. Bahkan, apabila memungkinkan, anda pinjam dulu model kamera tersebut dari teman atau tempat sewa kamera. Anda pegang kameranya di toko kamera. Rasakan bagaimana handling dari kamera tersebut. Coba rasakan apakah anda nyaman dengan navigasi menu-nya. Coba potret dengan kamera tersebut, termasuk mencoba semua tombol yang ada di kamera tersebut. Tanyakan pada customer service toko kamera tersebut. Tanyakan pada teman anda.

Pada intinya, coba test-drive model kamera yang anda incar. Ada banyak sekali fitur-fitur dan fasilitas yang tidak disebutkan dalam spesifikasi yang dipublikasikan oleh produsen kamera. Berat kamera perlu anda rasakan sendiri. Apakah ukuran dari kamera tersebut pas dengan genggaman tangan anda? Tidak cukup menentukan sebuah kamera, hanya dengan membaca hasil review dan spesifikasi yang ada di majalah atau internet. Anda perlu merasakannya sendiri.

MODEL KAMERA
Setelah mengetahui tentang kelas-kelas kamera, bagaimana mengenali dengan mudah kamera tersebut berada di kelas tersebut. Langkah pertama, tentu saja dengan melihat harganya. Lalu, selain harganya, kelas-kelas kamera bisa dilihat dari penamaan model-model kamera. Setiap produsen kamera memiliki cara penamaan tersendiri untuk membedakan kamera-kamera mereka pada di kelas yang mana.

Khusus untuk merk Nikon, kamera-kamera D-SLR mereka selalu diawali dengan huruf “D” lalu beberapa angka tergantung kelasnya.

Untuk kamera merk Canon, jenjang perbedaan kelas-kelas kamera mereka lebih lebar. Pada awalnya, mereka juga memakai huruf “D” di awal nama model kamera mereka, diikuti dengan beberapa digit angka. Akan tetapi, kemudian mereka merubahnya dengan meletakkan huruf “D” setelah beberapa digit angka. Hal ini hanya agak berbeda dengan saingan utamanya, Nikon (Nikon juga melakukannya untuk membedakan dengan Canon).

Sedangkan untuk Olympus, mereka menggunakan huruf E untuk kamera-kamera mereka

HARGA
Jelas, kalau kita sudah berpikir bahwa produsen memilah-milah konsumennya dari tingkat penggunaan kamera mereka, kita dapat memilah-milah kamera mana yang berada di kelas ‘atas’ atau di ‘bawah’. Dengan berpatokan pada harga kamera, kita bisa melihat pada suatu titik tertentu, kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Entry Level, dan kamera mana yang ditujukan sebagai kamera Professional.

Entry level akan memiliki harga yang paling murah dari semua model kamera yang dipasarkan oleh sebuah produsen kamera. Bahkan biasanya, kamera pada tingkatan Entry Level lebih banyak ditawarkan dalam bentuk paket body dan lensa. Kamera Profesional akan memiliki level harga yang paling tinggi. Saking tingginya, 1 (satu) unit kamera kelas Profesional, body only, bisa membeli hingga lebih dari 10 (sepuluh) buah kamera Entry Level, lengkap dengan lensa kit-nya.

Pada umumnya, kamera seri Entry Level akan dijual dikisaran harga US$ 500 hingga US$ 600 lengkap dengan lensa kit-nya. Harga ini adalah harga minimal yang perlu dibayarkan untuk “masuk” ke dunia D-SLR. Harga ini naik terus seiring dengan naiknya kelas pengguna kamera, hingga pada ujung rentang harga, terdapat kamera Professional merk Canon yang dijual dengan harga US$ 7.000, body only.

Ketika anda ingin membeli kamera bekas, sebaiknya anda:
- membeli pada orang yang anda benar-benar kenal (teman anda),
- bertanya pada teman yang lebih berpengalaman,
- membeli dari toko kamera yang terpercaya, atau
- membawa teman anda yang lebih pengalaman sehingga dia bisa membantu anda memeriksa kondisi kamera yang akan dijual.

BLACK MARKET

Membeli kamera hampir sama dengan dengan membeli handphone. Ada harga garansi resmi, dan ada juga harga “garansi toko” atau lebih dikenal dengan nama “Barang Black Market”. Terkadang, toko kamera menyamarkan jenis barang ini dengan tetap menawarkan garansi, akan tetapi garansi Internasional.

Apabila anda memang ingin membeli kamera dengan garansi resmi, pastikan kamera yang anda beli memiliki garansi yang berasal dari:
- Nikon, garansi Nikon Indonesia, atau PT. Alta Nikindo
- Canon, garansi Canon Indonesia, atau PT. Datascript
- Olympus, garansi Olympus Customer Care Indonesia (OCCI)
- Sony, garansi Sony Indonesia, atau PT. Sony Indonesia

Kenapa garansi resmi penting? Karena kamera digital adalah alat elektronik yang membutuhkan ketelitian untuk memproduksinya. Dengan membeli alat elektronik yang memiliki garansi resmi, anda terbebas dari pikiran was-was ketika anda memakai alat anda. Anda juga akan mendapat banyak kemudahan dan beberapa servis cuma-cuma (atau potongan harga) apabila anda membeli kamera dengan garansi resmi. Harga jual kamera anda juga dapat lebih tinggi ketimbang kamera yang dibeli tanpa garansi resmi.

Tentu saja, anda tidaak diharuskan membeli kamera dengan garansi resmi. Pilihan tetap pada anda. Akan tetapi, resiko juga tanggung sendiri.
Saran saya, belilah kamera digital anda dengan garansi resmi. Percayalah, beda harga tersebut tidak signifikan dalam jangka waktu anda memiliki kamera tersebut.

Pengertian Fotografi dan Mengenal Fotografi Lebih Dalam

Pengertian Fotografi adalah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya pada film, itu pengertian fotografi menurut kamus bahasa Indonesia. Pengertian fotografi yang lain adalah menulis dengan bantuan cahaya, atau lebih dikenal dengan menggambar dengan bantuan cahaya atau merekam gambar melalui media kamera dengan bantuan cahaya. Kemudian pengertian fotografi menurut asalnya nya adalah foto dan grafi, foto berarti cahaya dan grafi artinya menulis. Pendek kata penjabaran pada fotografi itu tak lain berarti menulis atau melukis dengan cahaya.

Prinsip Fotografi

Prinsip Fotografi adalah menfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan yang identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa). Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. setelah mendapatkan ukuran cahaya yang tepat, seorang fotografer bisa mengukur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed). Diafragma (aperture), dan kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma dan Speed akan menghasilkan atau di sebut Exposure.

Pada dasarnya tujuan dan hakekat fotografi adalah komunikasi, komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi antara fotografer dengan penikmatnya. Yaitu fotografer sebagai pengantar atau perekam peristiwa untuk disajikan kepada khalayak ramai melalui media foto.

Mengenal Fotografi Lebih Dalam

Menurut Pengertian Fotografi di atas, kita tahu bahwa fotografi adalah sebuah kegiatan. Selanjutnya kegiatan fotografi bisa terlaksana asalkan ada empat komponen penting, yaitu fotografer, kamera dan Lensa, cahaya, dan objek foto. Ke empat objek tersebut kemudian berkembang dan menjadi bermacam-macam hal sesuai yang di inginkannya. Bingung ?

Kesimpulan Pengertian Fotografi

Jadi intinya fotografi adalah aktivitas seni seorang fotografer untuk mendapatkan hasil foto yang di inginkannya, sehingga pesan yang terkandung di dalam nya dapat tersampaikan. Misal Fotografi Dokumentasi, sang fotografer dengan kreativitasnya ingin menceritakan dari awal hingga akhir apa yang di dokumentasikannya dalam sebuah foto. Fotografi Iklan, sang fotografer harus secara kreatif menyampaikan iklan tersebut dengan baik ke dalam sebuah foto, apa yang akan di tonjolkan dalam foto tersebut harus tersampaikan. Jika ada yang ingin di tanyakan silakan bertanya, terima kasih.

Salam pembuka

Tulisan ini buat mereka para pemula dan hobby yang sedang bingung membeli kamera Digital Single Lens Reflect, atau DSLR. Apabila anda mengharapkan tulisan ini berupa perbandingan fitur-fitur, fasilitas, mega-pixel dan semua spesifikasi kamera, anda akan kecewa. Tulisan ini tidak akan membahas fasilitas kamera. Tulisan ini tidak akan menyarankan anda untuk membeli kamera apa. Tulisan ini tidak akan membahas mega-pixel dan tidak akan membandingkan kamera X dengan kamera Y. Tulisan ini akan mencoba membantu anda mengambil keputusan yang terbaik dalam memilih dan membeli kamera DSLR & pedoman, petunjuk, saran, rekomendasi, guide, atau apalah namanya

KELAS PENGGUNA KAMERA
Semua merk kamera D-SLR membagi konsumen mereka di kelas-kelas pengguna kamera. Pembagian kelas ini juga menentukan, harga yang mereka pasang untuk produk mereka di masing-masing kelas. Para produsen kamera biasanya membagi konsumen mereka menjadi beberapa kelompok:
- Entry level
- Hobby
- Professional

ENTRY LEVEL adalah orang-orang yang baru saja ‘kenal’ dengan kamera. Entry level, seperti namanya, adalah tingkatan pemakai kamera yang baru ‘masuk’ ke dunia kamera. Hal ini dikarenakan harga kamera di kelas ini adalah harga yang paling murah dibanding kelas-kelas yang lain.

Kamera untuk pengguna Entry Level biasanya diberikan yang dasar saja (dan beberapa fitur “penarik” untuk tujuan marketing). Body kameranya dibuat dari plastik, dengan ketahanan dan kehandalan yang dibuat cukup untuk pengguna level ini. Fasilitas dan fitur-fiturnya kebanyakan “disembunyikan” di dalam menu, sehingga untuk mengaksesnya harus melalui menu terlebih dahulu. Kamera di kelas ini tetap memiliki karet seal, akan tetapi tidak serapat kelas-kelas di atasnya. Sehingga kamera ini tidak bisa disebut weather-proof, walaupun ada beberapa temen yang tetap berani pakai kamera ini walaupun sedang hujan.

HOBBY adalah orang-orang yang memakai kamera mereka untuk hobby mereka. Kamera dipakai untuk bersenang-senang dan melepas penat pekerjaan utama mereka. Kamera dipakai sekali-sekali atau mungkin tiap akhir pekan bersama teman-teman mereka.

PROFESIONAL adalah seseorang yang setiap hari dipanggil tugas untuk meliput dalam kondisi apapun, panas, hujan, badai pasir, di lapangan olah raga, atau bahkan di medan perang. Profesional adalah fotografer komersil yang melakukan pemotretan hampir setiap hari. Profesional adalah mereka yang akan memakai kamera mereka hingga limitnya.

Kamera untuk pengguna ini didesain dengan ketahanan yang kuat dan tingkat kehandalan yang tinggi. Biasanya body-nya terbuat dari campuran metal, dengan tingkat kerapatan karet pelindung yang tinggi, sehingga dikatakan weather-proof. Bisa dipakai dibawah hujan, walaupun tidak dikatakan water-proof. Fasilitas dan fitur-fiturnya dibuat amat beragam dengan akses terhadap fitur tersebut dibuat lebih mudah (diberi banyak sekali tombol akses untuk fasilitas). Fiturnya pun banyak yang bisa diatur sendiri, sehingga fotografer bisa memiliki banyak sekali pilihan untuk bekerja.

Kebanyakan dari anda, yang membaca tulisan ini, jatuh di katagori Entry Level atau Hobby. Mungkin, dengan kekuatan uang anda, anda bisa mengatakan kalau anda bisa memakai kamera Semi-Profesional atau bahkan kamera Profesional. Bisa saja, dan tentu saja sah-sah saja kalau anda berencana membeli kamera yang terbaik dengan uang anda. Tulisan ini hanya memberikan pedoman dasar, pasar kamera D-SLR seperti apa. Selanjutnya, keputusannya tetap terserah anda.